Pagi itu pagi yang cukup cerah di kota J*****a, namaku ‘R’ Aku seorang mahasiswa PTN dikotaku, umurku 22 thn, paras ya lumayan lah(gaganteng gajelek juga gan)
Drrrtttt Drrrrttt
Terasa handphoneku bergetar lalu aku ambil hpku itu, aku membacanya dengan mataku masih sayup sayup,
Oh ternyata si A**
Si ‘A’ ini adalah teman pacarku. Ya lumayan siiihhh dengan parasnya yang cantik, rambut sepundak yang membuat dia semakin imut nan lucu, tubuhnya langsing tapi ga kurus banget(cukup berisi lah), tingginya … Ah gataulah pokoknya sekitar sedagu gue, kulitnya putih bening :3 toketnya? Gagede gakecil juga sih. Udah ah deskripsinya
Awal cerita(seinget gue kayak begini)
“PING!!!”
“PING!!!”
“PING!!!”
“PING!!!”
Buset pingnya segudang
“R, bisa bantuin gue ga?” Tanya si A
“Bantuin apa?” Jawab gue
“Motor gue mogok nih, tolong jemput gue dong di jalan ….. Pliss bangeeeeet :'(”
“Yaudah tunggu gue baru bangun” karena paling gatega gue liat cewe dengan emot nangis
“Emang jam berapa ini woy?” Balas dia
“Yeee mau gue bantu ga?” Balas gue lagi
“Iya iya mauuuu”
“Yaudah tunggu gue mandi dulu”
Sekitar 15 menit gue mandi daaaan ada banyak “PING!!!” Di hp gue. Sialan juga nih cewek dalam hati gue
“Iya sabar gue otw”
Dengan cepat gue langsung pake baju&celana(plus dalemannya)
Dengan cepat gue melesat dengan motor matic gue :(:(:(
Skip skiip

Akhirnya sampe ditujuan
Wow, pikiranku melayang saat melihat dia
Dia memakai baju putih ketat dengan celana jeans yang compang camping(mungkin gaya cewe sekarang)
Dengan rambut terurai
“Ngapain ngelamun?” Tanya dia
“Engga. Yaudah lo naik aja nanti gue stut(bahasa disini kayak gitu)(stut=ngedorong pake kaki, yang ngedorong sambil naik motor dari belakang yang didorong)”jawab gue
Dia naik ke motor maticnya, dan terlihatnya CD berwarna ijo tosca didepan matakuuu. Aku tarik nafas dalam dalam agar tidak horny dulu karena masih dijalan raya :|
Skip
Akhirnya gue ‘stut’ motor dia ke pom bensin terdekat
Setelah dia mengisi bensin dia bertanya padaku
“Makasih nih ya :D mau main ga kerumah gue? Lumayan deket sih dari sini”
“Boleh deh, daripada nganggur gaada kerjaan. Oh iya emang lo abis darimana?”
“Tadi abis nganterin nyokap kerumah sodara” jawab dia
“Oh yaudah yuk kerumah lo” kata gue

Sesampainya dirumah si ‘A’
Yaudahlah gue samarkan aja daripada si A B C, namanya Aya (nama samaran)
“Ya, gue aus nih ambilin minum dong” pinta gue
“Yaudah bentar”
Rumahnya gede juga, gabertinggkat tapi luas. Tak lama aya membawa sirup kearahku
“Rumah lo kok sepi?”Tanya gue
“Pada pergi, adek gue lagi pergi sama bokap gatau kemana, terus nyokap kerumah sodara” jawab dia
“Eh gue mau ganti mandi dulu ya, gaenak nih keringetan” pinta dia
“Yaudah terserah lo” jawab gue

Dalam benakku ingin sekali melihat dia bugil, akhirnya kuberanikan untuk ngintipin dia
“Ah sialan gaada celah apa” gumamku
akhirnya kuputuskan untuk mengelilingi bagian luar kamar mandinya daan ketemulah sebuah pentilasi udara, kuberanikan ambil bangku dan gue mulai mengintipnya. Dan mau tau apa yang gue lihat? Sebuah pemandangan yang sungguh membuat tegak kontii
Dia menari indah dibawah guyuran shower dan sambil mengusap badannya dengan spons.
Gubrakkk!
Sialan, pake acara jatoh lagi gue
“Siapa tuh?” Teriak dia? Tak lama terdengar suara pintu terbuka. dan ketangkep basah lah gue, dengan handuk yang terbalut menutupi toket dan memeknya aya menghampiri gue
“Lo ngintipiin gue ya!!?” Tanya dia dengan nada marah
“Engga kok, gue tadi lagi nyari makanan” gugup gue menjawabnya
“Boong! Ayo ngaku” paksa dia
Ah sialan daripada gue diteriakin terus gue digebukin sama warga mending gue ngaku
“Iya iya tadi gue ngintipin lo” jawab gue
Akhirnya dia pergi dengan muka tertekuk, gue sebagai lelaki harus ngejar dia, dan dapetlah tangannya, saat kutarik tangannya copot sudah handuk yang menutupi tubuhnya
Wow
Seperti ini tubuhnya tanpa dilapisi selehai benang pun, pikirku penuh nafsu

“Kamu cantik” puji ku
Dengan wajah tertunduk sambil menutupi toket dan memeknya iya menjawab
“Jangan liatin gue”
Tanpa aba aba, gue langsung menarik tangannya yang menutupi toket indahnya
Terlihatlah toket yang bulat dengan pentil yang berwarna coklat muda dihadapan gue
Gue dekatkan wajah gue ke toket itu, gue hirup udara yang ada disekitar toket itu, wangi (ya iyalah kan abis mandi) lalu gue menghembuskan nafas didepan toket itu, lalu terdengar desahan yang begitu seksi “sshhhhh… Ahh”
Gue lansung memberanikan diri memegang toket itu.
Gue pilin kedua pentilnya dan akhirnya itu bisa membuat dia makin menjadi jadi. Ku cium toketnya sambil menjilati bagian toketnya hingga tak 1cm pun terlewat.
Aya memegang kepala gue dan kepala gue seakan di dorong. Setelah itu kepala gue diangkat dan diciumnya bibir gue dengan lemut. Kami berpagutan lembut dan mesra lalu dia berbisik “di kamar aja yuk”
“Yuk” jawab gue
Akhirnya gue gendong dan dia menunjukan kamarnya.

Sesampainya di kamar dia “kamu basuh dulu gih badan kamu biar lebih enak” pintanya
“Yaudah sebentar ya sayang” jawabku
Gue pergi ke kamar mandi tempat dia mandi, dan saat gue masuk ke kamar mandi itu ternyata masih ada pakaiannya yang tadi termasuk bra dan cd hijau tosca. Kuciumi bra dan cd tersebut itu membuat gue super horny. Langsung cepet cepet gue buka baju dan nyalain shower
Skipppppp~~
Setelah gue selesai basuh badan gue kembali ke kamar dia
Dan ternyataa dia sudah pake baju seragam SMAnya dulu, makin seksi banget dah karena udah kecil gitu buat dia
“Kok pake baju itu say?” Tanya gue
“Iya biar kamu makin horny” jawab dia
Gue dekati dia, kucium keningnya lalu turun ke hidungnya, kebibirnya, ke lehernya
Lalu gue copoti satu persatu kancingnya. Terpamanglah toket yang begitu indah dan bulat, gue mulai permainan dengan ngisap pentilnya. Karena udah gatahan gue langsung turun ke perut dan akhirnya sampai juga ketujuan gue. Gue angkat rok sedengkulnya terlihatnya G-String berwarna Ungu. Gue mulai menciumi memeknya dari luar G-string tsb.
Gue turunin G-string tsb dan gue lempar entah kemana, tanpa bulu memang jadi kesukaan gue lalu gue suruh dia duduk di kasurnya dan gue berlutut di antara selangkangannya. Tercium aroma khas yang menggiurkan, tanpa basa basi gue langsung mendaratkan lidah gue ke clitnya
“Aaaaah” lenguh dia
Kepala gue dijepit dengan pahanya yang kenyal itu. Karena gabisa napas gue buka lebar lebar kakinya, dan gue mulai masukin 2jari gue ke dalem memeknya Sambil gue jilat jilat clitnya.
“Aaahhhhhhhhhhhhh…………….”
Dia megang toketnya sendiri, sambil memejamkan matanyaaa.
tak lama kemudian dia mulai melawan, dicabutnya tanganku dari lubang memeknya
Didorong lah gue hingga jatuh di lantai, dengan sigap ia bangun dari duduk nya. Kontol gue dipijitnya dari luar boxer yang kukenakan dengan kakinya, dia menjepit kontol gue diantara jempol dan telunjuknya lalu dia naik turunkan secara perlahan, sedikit sakit sih tapi enak juga.
Lalu dia berjalan ke kepala gue, diduduki nya muka gue dan sambil dibukanya boxer gue lalu diemutnya kontol gue. Sensasinya itu loohhh enak gila.
Gue jilati memeknya sambil memasukan satu jari gue ke anusnya. Sekitar 10 menit berlangsung dia akhirnya kalah juga, dia orgasme, beberapa tetes ‘cairan surga’ membasahi muka gue, lalu dia langsung bangun dari atas badan gue dan menjilatinya.
Gue langsung mengambil inisiatif mumpung dia diatas gue jadi gue ngambil gaya WOT dulu. Gue tarik pinggulnya, untungnya dia paham. Di tuntunnya kontol gue untuk masuk ke dalam memeknya, dan blesss… Lenyap sudah kontolku yang biasa biasa aja di dalam memeknya. gue sengaja diemin beberapa menit agar bisa ngerasain kedutan kedutan didalam memeknya. Udah ngejepit bisa ngempot lagi.
“Aaah kontol kamu bikin memek terasa sempit” ujar dia
Tanpa basa basi gue langsung menggenjot, tapi baru sebentar gue naik turunkan pinggul gue, dia langsung nahan perut gue. Ternyata dia yang mau naik turun. Dia ngambil posisi jongkok dan mulai naik turun. Dan galama “aaah sayang, aku mau keluar lagi” ujar dia. Terasa cairan membasahi kontol gue, dia terkulai lemas diatas badan gue. Gue langsung gendong dia ke atas kasur dengan kontol masih menancep dimemeknya. Kini giliran gue yang beraksi, pertama gue kasih tempo pelan dulu biar dia kembali horny setelah orgasme. “Sayang kenapa pelan pelan? Harder baby, please” tanpa babibu gue langsung ningkatin tempo paling tinggi yang gue bisa
“Aah ah ahhhh aaahhh ahh ahhhhhh aahhh”
Toketnya juga terguncang guncang, gue pegang erat toketnya,
“Saa-yaang dek-ketan sini” dia ngomong terbata bata karena guncangan yang lumayan.
gue dekatkan kepala gue kekepalanya
Dia mencium gue dengan napsu dan menjilati pipi gue.
“Aah sayang aku mau keluar lagi” bisik dia
“keluarin aja sayang, yang banyak” sahut gue
Yang ketiga kalinya dia orgasme, dan gue pikir udah cukup lah, daripada lama lama. Gue copot kontol gue dan gue suruh dia nyepongin.
“Slurrppp.. Slurppp” bagai orang kesetanan dia nyepong gue, sesekali kena gigi membuat gue sungguh ngilu. Dan hampir saatnya gue bilang ” aku mau keluar nih ya, siap ya”
“Keluarin dimuka aja ya” pinta dia
“Aahhh”
Crot crot crot crot
Mukanya penuh dengan peju gue. Dia langsung meratakan peju yang ada dimukanya
“Loh kok?”
“Iya ini buat perawatan muka aku”
Lalu dia bergegas ke kamar mandi dengan menuntun tanganku dan kami mandi bareng.
Seusai mandi gue langsung mengenakan pakaian dan siap siap pulang
“Yaudah aku pulang dulu ya aya sayang. Muah” kataku sambil mencium keningnya
“Yaah :( kamu jangan pulang, kamu disini aja” pinta dia dengan nada manja
“Iya nanti aku kaapan kapan kesini ya, tapi jangan kasih tau pacarku”
“Kasih tau aja, biar bisa threesome”
Wah binal juga ini cewe dalam otakku
“iya iya. Daah”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *